DOWNLOAD : STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM UNTUK DOKUMEN 1 KURIKULUM 2013 TERBARU
STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM
A.
STRUKTUR
KURIKULUM
Mata
Pelajaran adalah unit organisasi kompetensi dasar yang terkecil. Untuk
kurikulum SDIT Ikhtiar organisasi Kompetensi
Dasar kurikulum dilakukan melalui pendekatan terintegrasi (integrated curriculum). Berdasarkan
pendekatan ini maka terjadi reorganisasi Kompetensi Dasar mata pelajaran yang
mengintegrasikan konten mata pelajaran IPA dan IPS di kelas I, II dan III
kedalam mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, PPKn, Bahasa Indonesia,
Matematika serta Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan. Dengan pendekatan
ini, maka struktur kurikulum SDIT Ikhtiar menjadi lebih sederhana karena jumlah
mata pelajaran berkurang.
Struktur
kurikulum menggambarkan konseptualisasi konten kurikulum dalam bentuk mata
pelajaran, posisi konten/mata pelajaran dalam kurikulum, distribusi konten/mata
pelajaran dalam semester atau tahun, beban belajar untuk mata pelajaran dan
beban belajar per minggu untuk setiap peserta didik. Struktur kurikulum adalah
juga merupakan aplikasi konsep pengorganisasian konten dalam sistem belajar dan
pengorganisasian beban belajar dalam sistem pembelajaran. Pengorganisasian
konten dalam sistem belajar yang digunakan untuk kurikulum yang akan datang
adalah sistem semester sedangkan pengorganisasian beban belajar dalam sistem
pembelajaran berdasarkan jam pelajaran per semester.
Struktur
kurikulum adalah juga gambaran mengenai penerapan prinsip kurikulum mengenai
posisi seorang peserta didik dalam menyelesaikan pembelajaran di suatu satuan
atau jenjang pendidikan. Dalam struktur kurikulum menggambarkan ide kurikulum
mengenai posisi belajar seorang peserta didik yaitu apakah mereka harus
menyelesaikan seluruh mata pelajaran yang tercantum dalam struktur ataukah
kurikulum memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menentukan berbagai
pilihan. Struktur kurikulum terdiri atas sejumlah mata pelajaran, dan beban
belajar.
Tabel
1
Struktur
kurikulum di SDIT Ikhtiar
MATA PELAJARAN
|
ALOKASI WAKTU BELAJAR PERMINGGU
|
||||||
I
|
II
|
III
|
IV
|
V
|
VI
|
||
KELOMPOK A
|
|||||||
1
|
Pendidikan
Agama dan Budi Pekerti
|
2
|
2
|
4
|
2
|
2
|
2
|
2
|
Pendidikan
Pancasila dan Kewarganegaraan
|
5
|
5
|
6
|
5
|
5
|
5
|
3
|
Bahasa
Indonesia
|
8
|
8
|
8
|
6
|
6
|
6
|
4
|
Matematika
|
5
|
6
|
6
|
6
|
6
|
6
|
5
|
Ilmu
Pengetahuan Alam
|
-
|
-
|
-
|
6
|
6
|
6
|
6
|
Ilmu
Pengetahuan Sosial
|
-
|
-
|
-
|
4
|
4
|
4
|
KELOMPOK B
|
|||||||
1
|
Seni Budaya
dan Prakarya
|
2
|
2
|
4
|
2
|
2
|
2
|
2
|
Pendidikan
Jasmani Olahraga dan Kesehatan
|
2
|
2
|
2
|
2
|
2
|
2
|
3
|
Al-Qur’an
|
10
|
10
|
10
|
10
|
10
|
10
|
4
|
Bahasa Inggris
|
2
|
2
|
2
|
2
|
2
|
2
|
5
|
Bahasa Arab
|
2
|
2
|
2
|
2
|
2
|
2
|
Jumlah Alokasi
Waktu Perpekan
|
39
|
39
|
47
|
47
|
47
|
47
|
|
Keterangan:
a.
Mata pelajaran Kelompok A adalah
kelompok mata pelajaran yang kontennya dikembangkan oleh pusat.
b.
Mata pelajaran Kelompok B yang terdiri
atas mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya serta Pendidikan Jasmani,
Olahraga, dan Kesehatan adalah kelompok mata pelajaran yang kontennya
dikembangkan oleh pusat dan dilengkapi dengan konten lokal yang dikembangkan
oleh pemerintah daerah. Serta mata pelajaran mutan local SDIT Ikhtiar
Prinsip pengintegrasian IPA dan
IPS kelas I, II dan III di atas menyederhanakan jumlam mata pelajaran untuk
kelas I, II dan III. Namun, di kelas IV, V dan VI mata pelajaran IPA IPS
tercantum dan memiliki Kompetensi dasar
masing-masing. Untuk proses pembelajaran Kompotensi Dasar IPA dan IPS
sebagaimana K\ompotensi Dassar pelajaran lain, diintegrasikan ke dalam tema
Oleh karena itu, proses pembelajaran semua Kompotensi Dasar dari semua mata
pelajaran terintegrasi dalam berbagai tema.
B.
MUATAN
KURIKULUM
Muatan
kurikulum 2013 SDIT Ikhtiar meliputi sejumlah mata pelajaran yang kedalamannya
merupakan beban belajar bagi siswa pada satuan pendidikan. Muatan kurikulum
memuat sejumlah mata pelajaran dan muatan local serta kegiatan pengembangan
diri yang tidak termasuk kepada struktur kurikulum dan diberikan di luar tatap
muka. Di samping itu materi muatan local dan kegiatan pengembangan diri
termasuk kedalam isi kurikulum.
Peraturan
pemerintah nomor 19 tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan menegaskan
bahwa kedalaman muatan kurikulum pada setiap satuan pendidikan diuntungkan
kedalam kompetensi pada setiap tingkat dan semester sesuai dengan Standar
Nasional Pendidikan. Kompetensi yang
dimaksud terdiri atas Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar.
1.
MATA
PELAJARAN
Materi bahan ajar berdasarkan landasan keilmuan yang akan
dibelajarkan kepada siswa sebagai bahan belajr melalui metode dan pendekatan
tertentu. Beban belajar pada mata pelajaran ditentukan oleh keleluasaan dan
kedalaman pada masing-masing tingkat satuan pendidikan. Metode dan pendekatan
pada mata pelajaran tergantung pada ciri khas dan karakteristik masing-masing
mata pelajaran dengan menyesuaikan pada kondisi yang tersedia di sekolah.
Sejumlah mata pelajaran tersebut terdiri dari mata pelajaran wajib dan pilihan
pada setiap satuan pendidikan.
a. Pendidikan
Agama Islam
dan Budi Pekerti
Tujuan
:
·
Menumbuhkan
akidah melalui pemberian, pemupukan, dan pengembangan pengetahuan, penghayatan,
pengalaman, pembiasaan, serta pengalaman peserta didik tentang agama Islam
sehingga menjadi manusia muslimin yang terus berkembang keimanan dan ketakwaannya
kepada Allah SWT;
·
Mewujudkan
manusia Indonesia yang taat beragama dan berakhlak mulia yaitu manusia yang
berpengetahuan, rajin beribadah, cerdas, produktif, jujur, adil, etis,
berdisiplin, bertoleransi, menjaga keharmonisan secara personal dan sosial
serta mengembangkan budaya agama dalam komunitas sekolah.
b. Pendidikan
Pancasila dan Kewarganegaraan
Tujuan
:
·
Berfikir
secara kritis, rasional, dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan
·
Berpartisipasi
secara aktif dan bertanggung jawab, bertindak secara cerdas dalam kegiatan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta anti korupsi
·
Berkembang
secara positif dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan
karakter-karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan
bangsa-bangsa lainnya.
·
Berinteraksi
dengan bangsa-bangsa lain dalam percaturan dunia secara langsung atau tidak
langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.
Standar Kompetensi
dan Kompetensi Dasar mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dapat dilihat
pada lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006.
c. Bahasa
Indonesia
Tujuan
:
· Berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan
etika yang berlaku, baik secara lisan maupun tulisan
· Menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia
sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara
· Memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat
dan kreatif untuk berbagai tujuan
· Menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan
intelektual, serta kematangan emosional dan sosial.
· Menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas
wawasan, memperhalus budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan
berbahasa
· Menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai
khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia.
Standar Kompetensi
dan Kompetensi Dasar mata pelajaran Bahasa Indonesia dapat dilihat pada
lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006.
d.
Matematika
Tujuan :
· Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antar
konsep dan mengaplikasikan konsep atau alogaritma, secara luwes, akurat,
efisien, dan tepat dalam pemecahan masalah.
· Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan
manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau
menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika.
· Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami
masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi
yang diperoleh.
· Mengkomunikasikan gagasan dengan simbol, atbel, diagram,
atau media lain untuk memperjjelas keadaan atau masalah.
· Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam
kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam
mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan
masalah.
Standar Kompetensi
dan Kompetensi Dasar mata pelajaran Matematika dapat dilihat pada lampiran
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006.
e.
Ilmu Pengetahuan Alam
Tujuan :
· Memperoleh keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha
Esa berdasarkan keberadaan, kehidupan dan keteraturan alam ciptaan-Nya.
· Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep IPA
yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari
· Mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positif dan kesadaran tentang adanya hubungan yang
saling mempengaruhi antara IPA, lingkungan, teknologi dan masyarakat.
· Mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam
sekitar, memecahkan dan membuat keputusan.
· Meningkatkan kesadaran untu berperan serta dalam
memelihara, menjaga dan melestarikan lingkungan alam
· Meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan segala
keteraturannya sebagai salah satu ciptaan Tuhan
· Memperoleh bekal pengetahuan, konsep dan keterampilan IPA
sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikan ke SMP/MTS.
Standar Kompetensi
dan Kompetensi Dasar mata pelajaran IPA dapat dilihat pada lampiran Peraturan
Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006.
f.
Ilmu Pengetahuan Sosial
Tujuan :
· Mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan
masyarakat dan lingkungannya.
· Memiliki kemampuan dasar untuk berfikir logis dan kritis,
rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan
sosial.
· Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai
sosial dan kemanusiaan
·
Memiliki
kemampuan berkomunikasi, bekerjasama dan berkompetisi dalam masyarakat yang
majemuk, ditingkat lokal, nasional, dan global
Standar
Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran IPS dapat dilihat pada lampiran
Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006.
g.
Seni Budaya dan Prakarya
Tujuan :
· Memahami konsep dan pentingnya seni budaya dan prakarya
· Menampilkan sikap spresiasi terhadap seni budaya dan
prakarya
· Menampilkan kreativitas melalui seni budaya dan prakarya
· Menampilkan peran serta dalam seni budaya dan prakarya
dalam tingkat lokal, regional, maupun global.
Standar
Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya dapat
dilihat pada lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun
2006.
h.
Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
Tujuan :
· Mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya
pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup seht melalui
berbagai aktivitas jasmani dan olahraga yang dipilih
· Meningkatkan pertumbuhan fisik dan penegmbangan psikis
yang lebih baik
· Meningkatkan kemampuan dan keterampilan gerak dasar
· Meletakkan landasan karakter moral yang kuat melalui
internalisasi nilai-nilai yang terkandung di dalam pendidikan jasmani, olahrag
dan kesehatan
· Mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin,
bertanggungjawab, kerjasama, percaya diri dan demokratis
· Mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri
sendiri, orang lain dan lingkungan
· Memahami konsep aktivitas jasmani dan olahrag di
lingkungan yang bersih sebagai informasi untuk mencapai pertumbuhan fisik yang
sempurna, pola hidup sehat, dan kebugaran, terampil, serta memiliki sikap yang
positif.
Standar
Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan
Kesehatan dapat dilihat pada lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional
Nomor 22 Tahun 2006.
i.
Pembelajaran
Al-Qur’an dan Tahfidz
Tujuan baca tulis
al-quran diantaranya:
· Mengkaji
dan membaca Al-Qur’an dengan bacaan yang benar, sekaligus memahami kata-kata
dan kandungan makna-maknanya, serta menyempurnakan cara membaca Al-Qur’an yang
benar.
· Menghafal
Al-qur’an sebagai bentuk keimanan dan kecintaan kepada Allah.
· Memberikan
pemahaman kepada peserta didik tentang makna ayat-ayat Al-Qur’an dan bagaimana
cara merenungkanya dengan baik.
· Menjelaskan
kepada peserta didik tentang berbagai hal yang terkandung di dalam Al-Qur’an,
seperti petunjuk-petunjuk dan pengarahan–pengarahan yang mengarah pada
kemaslahatan seorang Muslim.
· Menjelaskan
kepada peserta didik tentang hukum-hukum yang ada di dalam Al-Qur’an dan
memberi kesempatan kepada mereka untuk menyimpulkan suatu hukum dan kandungan
ayat-ayat AlQur’an dengan caranya sendiri.
· Agar
seorang peserta didik berperilaku dengan mengedepankan etika-etika Al-Qur’an
dan menjadikannya sebagai pijakan dalam Memantapkan akidah Islam di dalam hati
peserta didik, sehingga ia selalu mensucikan dirinya dan mengikuti
perintah-perintah Allah swt.
· Agar
seorang peserta didik beriman dan penuh keteguhan terhadap segala hal yang ada
di dalam Al-Qur’an. Di samping dari segi nalar, ia juga akan merasa puas
terhadap kandungan maknamaknanya, setelah mengetahui kebenaran bukti-bukti yang
dibawanya.
· Menjadikan
peserta didik senang membaca Al-Qur’an dan memahami nilai-nilai keagamaan yang
dikandungnya.
· Mengkaitkan
hukum-hukum dan petunjuk-petunjuk Al-Qur’an dengan realitas kehidupan seorang
muslim, sehingga seorang peserta didik mampu mencari jalan keluar dari segala
persoalan yang dihadapinya.
· Mengetahui
bahwa Al-qur’an adalah kitab suci Allah yang sudah terbukti kebenarannya.
· Menghantarkan
siswa menguasai konsep-konsep membaca dan menulis dan keterkaitannya untuk
dapat memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari.
j.
Bahasa Inggris
Bahasa Inggris bertujuan agar peserta didik
memiliki kemampuan sebagai berikut:
· Mengenalkan bahasa inggris sebagai bahasa komunikasi
internasional.
· Membekali siswa untuk mampu
berhasa Inggris.
· Mengembangkan keterampilan
berbahasa siswa.
k.
Bahasa
Arab
Tujuan umum belajar bahasa Arab adalah agar peserta didik
menguasai dan bisa mempraktekan 4 keterampilan bahasa, yaitu:
· Istima’ (Mendengar/Listening)
· Kalam(Berbicara)
· Qiro’ah (Membaca)
· Kitabah (Menulis).
Selain itu, peserta didik juga harus menguasai 3 komponen
bahasa, mencakup :
· Ashwaat (Fonologi)
· Mufrodat (Kosakata)
· Qowa’id/Tarkib (Tatabahasa).
l.
Baca Tulis dan
Hitung
Tujuan:
·
Mengembangkan kebiasaan literasi
Siswa
·
Mengembangkan kemampuan menulis
siswa
·
Meningkatkan kemampuan berhitung
siswa
m.
Pelajaran
Hadist
Tujuan:
· Memberikan kemampuan
dasar pada siswa dalam membaca, menulis, membiasakan dan menggemari membaca dan
menulis huruf arab yang terkandung di dalam hadits
· Memberikan pengertian,
pemahaman, penghayatan isi kandungan hadits melaui keteladanan dan pembiasan
· Membina dan membimbing
perilaku siswa dengan berpedoman hadits
2. PENGEMBANGAN DIRI
Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajara yang
harus diasuh oleh guru. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan
kepada pesert didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri seusia dengan
kebutuhan, bakat, dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah.
Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, guru
atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan
ekstrakurikulet. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melaluikegiatan pelayanan
konseling yang berkenan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial belajar,
dan pengembangan karir peserta didik.
Penilaian pengembangan diri dilakukan secara kualitatif,
tidak kuantitatif seperti pada mata pelajaran. Taharapn kegiatan pengembangan diri
dilakukan dengan cara :
1)
Identifikasi
· Daya dukung dan potensi
· Bakat dan Minat siswa
2)
Pemetaan
· Jenis layanan pengembangan diri
· Petugas yang melayani
· Siswa yang dilayani
3)
Program
pencinta mata pelajaran dilakukan dengan cara penyusunan Program (Standar
kompetensi dan Kompetensi Dasar yang dikembangkan, Materi Pokok, Indikator,
Kegiatan Pembelajaran, Alokasi Waktu, Penilaian, dan Sumber Belajar)
· Pelaksanaan (Orientasi, Pemantapan, Pengembangan)
· Monitoring Pelaksanaan
· Penilaian (Terjadwal, terstruktur, kualitatif)
· Analisis hasil penilaian (berbasis data, profesional,
realistis, valid, transparan dan akuntable)
· Pelaporan : Umum dalam format raport
, Rinci dalam buku laporan
pengembangan diri
Adapun
kegiatan-kegiatan Pengembangan diri seperti :
1)
Kegiatan Ekstrakurikuler
Pengembangan diri yang dipilih berupa kegiatan
ekstrakurikuler meliputi beragam kegiatan yang sesuai dengan minat dan bakat
siswa, terdiri atsa :
a.
Pramuka
Tujuan pengembangan diri Pramuka agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut:
1.
Memahami
cara berkehidupan sosial dan
berorganisasi;
2.
Membentuk
kepribadian yang luhur; dan
3.
Memiliki
bekal ketrampilan yang dapat menolong diri sendiri, orang lain, dan lingkungan.
b.
Tapak Suci
Tujuan dari ekstrakurikuler Tapak Suci adalah sebagai berikut.
1. Menumbuhkan sikap disiplin
siswa;
2. Menciptakan kondisi bugar dan
prima sehingga dapat berpikir secara optimal;
3. Menumbuhkan dan meningkatkan
rasa percaya diri siswa;
4. Menumbuhkan sikap sportif dan
saling menghargai;
5. Memperoleh prestasi
c.
Futsal
Tujuan:
1.
Menumbuhkembangkan berbagai nilai kepribadian bangsa, sehingga
terbentuk siswa yang berwatak baik, beriman, dan berakhlak mulia.
2.
Membina dan mengembangkan bakat, minat, serta kreativitas siswa,
sehingga diharapkan membentuk siswa yang terampil, percaya diri, dan mandiri.
3.
Diharapkan tumbuh bibit-bibit unggul dalam bidang
keilmuan, keterampilan, keolahragaan, dan kesenian untuk diikutsertakan dalam
kegiatan lomba tingkat lokal, nasional maupun internasional yang mewakili SDIT
Ikhtiar.
d.
Bahasa
Inggris
1.
Menyediakan sebuah wadah pembelajaran
Bahasa Inggris yang lebih menyenangkan bagi siwa dalam menggunakan dan
mempraktekan Bahasa Inggris.
2.
Membangun semangat siswa untuk terus
belajar dan mengembangkan keterampilan komunikasi siswa dalam Bahasa Inggris.
3.
Untuk memperbanyak / menambah vocabulary
siswa-siswi SDIT Ikhtiar
e.
Catur
1.
Menjadikan sekolah menjadi ajang
interaktif untuk kegiatan yang positif khususnya dibidang olahraga Catur.
2.
Menyalurkan minat dan bakat Siswa.
3.
Menyalurkan Siswa yang mempunyai
hobi-hobi yang positif untuk menjadi atlet khususnya dibidang olahraga
Catur.
4.
Sebagai deligasi sekolah dalam O2SN dan
event-event bertingkat lainnya.
5.
Menambah minat dan bakat Siswa untuk
aktif dan tertarik kepada olahraga Catur.
f.
Tari
1.
Menyelenggarakan kegiatan tari dalam
rangka meningkatkan apresiasi terhadap kesenian daerah dan kesenian nasiona
2.
Menyelenggrakan kegiatan tari dalam
rangka meningkatkan pengembangan potensi, bakat dan minat
3.
Menyelenggarakan kegiatan tari
dalam rangka meningkatkan sikap, mental dan moral yang berkarakter
4.
Melaksanakan kegiatan tari yang
berorientasi pada pencapaian potensi
5.
Meningkatkan prestasi tari sampai
tingkat kabupaten dengan berlatih secara disiplin
dan kontinu
6.
Menanamkan budaya bangsa dengan kegiatan
seni tari yang berkarakter
g.
Tenis
Meja
1.
Menyalurkan minat dan bakat Siswa.
2.
Menyalurkan Siswa yang mempunyai
hobi-hobi yang positif untuk menjadi atlet khususnya dibidang olahraga
Tenis Meja.
3.
Sebagai deligasi sekolah dalam O2SN dan
event-event bertingkat lainnya
h.
Tilawah
Al-Qur’an
1.
Untuk membantu mereka dalam proses
pembelajaran terutama mata pelajaran agama yang banyak berkaitan dengan baca
tulis maupun Tilawah Fashihah;
2.
Untuk menanamkan kecintaan terhdap
Al-Qura’an dan memperluas pengetahuan mereka tentang Al-Qur’an;
i.
Sinematografi
1.
Menyalurkan minat dan bakat Siswa.
2.
Siswa memiliki ketrampilan di
bidang produksi film
j.
Unit
Kesehatan Sekolah
1.
Memiliki pengetahuan, sikap dan
keterampilan untuk melaksanakan prinsip hidup bersih dan sehat serta
berpratisipasi aktif di dalam usaha peningkatan kesehatan di sekolah perguruan
agama, di rumah tangga maupun di lingkungan masyarakat.
2.
Sehat fisik, mental maupun sosial.
3.
Memiliki daya hayat dan daya tangkal
terhadap pengaruh buruk penyalahgunaan NAPZA.
2) Kegiatan
Pembiasaan
Guna mengembangkan nilai religi, nilai-nilai sprotifitas
kehidupan berbangsa dan bernegara pembentukan karakter siswa dilakukan melalui:
a.
Pembiasaan Rutin
Harian
Adalah kegiatan yang dilakukan secara reguler, baik di
kelas maupun di sekolah. Pembentukan karakter melalui
pembiasaan dalam kegiatan rutin di SDIT Ikhtiar adalah sebagai berikut :
·
Shalat
Dhuha berjama’ah
·
Sholat Dhuhur dan Ashar Berjama’ah
·
Upacara
bendera setiap hari senin
·
Berdo’a
sebelum dan sesudah belajar
·
Lisa (Lihat Sampah Ambil)
·
Periksa kebersihan diri sebelum masuk
kelas, 5 menit sebelum belajar.
·
Gerakan kebersihan kelas dan sekolah
·
Piket kedatangan dan
kepulangan siswa
·
Antri di setiap kegiatan
·
Pembiasaan menerapkan 5 S
(Senyum, salam, salim, sapa, sopan)
·
Pembiasaan mengucapkan
"tolong dan terimahkasih"
·
Pembiasaan shaum sunah
·
Pembiasaan berinfaq di kelas
dan infaq jumat
·
Menerapkan kebiasaan mandiri
di sekolah
·
alquran sahabatku (membaca
alquran setiap hari)
·
Bercakap bahasa inggris
dalam kegiatan sehari-hari yang berulang
·
Wajib membaca 1
lembar(Literasi)
·
Pembiasaan Zikir Setelah
·
Pembiasaan Muroja’ah Hafalan
·
Membaca
buku di perpustakaan
b. Program Reguler
Adalah kegiatan yang diprogramkan dan direncanakan baik
pada tingkat kelas maupun tingkat sekolah yang pelaksanaanya
dilakukan berulang dalam rentang waktu tertentu. Bentuk kegiatannya adalah
sebagai berikut:
·
sikat gigi bersama
·
Market day
·
Tahajud bersama
·
Pemilihan siswa rajin
·
Mabit (Malam Bina Iman dan
Taqwa)
·
Iftor jama'I (Buka Puasa
Bersama)
·
Infaq peduli umat ke
pantiasuhan
·
Munaqasah bacaan Al-qur’an
·
Mabit quran
·
Aku sang juara (pemilihan
siswa terbaik)
·
Lomba Menulis
·
Latihan renang
·
Pertandingan persahabatan
·
Olimpiade khusus
·
Kegiatan
keagamaan Pesantren Kilat
·
Peringatan
Hari Besar Nasional
·
Karyawisata,
darmawisata, study tour dan Fieltrip
·
Pekan
Olahraga antar kelas
·
Bina
Olimpiade MIPA
c. Program
Unggulan
Adalah kegiatan yang menjadi unggulan di sekolah dan dilaksanakan sekali dalam 1
tahun ajaran. Programnya sebagai berikut:
·
Dokter cilik.
·
Lomba kebersihan kelas
·
Pawai Ramadhan
·
Indahnya
berbagi(penggalangan dana) dan pasar murah
·
Khotmil Quran
·
Pensi (Pentas Seni)
·
Lomba internal dan eksternal
·
Reading Contest (
Menceritakan Kembali Hasil Bacaan) dan writing award
d. Program
Outstanding
Adalah kegiatan yang dilakukan dengan
melibatkan seluruh warga sekolah, orang tua siswa dan warga sekitar sekolah.
Bentuk kegiatannya adalah sebagai berikut:
·
Outbond
·
Menanam 1000 bunga
·
Fieltrip Bersama
·
Berbagi Iftor
·
Menyumbang 1000 Alquran
·
Wisuda Al Quran dan Uji Publik (Imtihan)
·
Penerbitan Buku
e. Spontan
Adalah kegiatan yang dapat dilakukan kapan saja.
Kegiatannya adalah sebagai berikut:
·
Membiasakan
memberi salam
·
Membiasakan
membuang sampah pada tempatnya
·
Membiasakan
diri
·
Membiasakan
membantu teman yang kena musibah
·
Berdiskusi
dengan baik dan benar
·
Operasi Semut
· Memungut
dan menyimpan sampah yang terlihat oleh mata pada tempatnya.
· Membantu
/ menolong bagi yang memerlukannya.
· Melaporkan
/ mengumumkan bila menemukan barang yang bukan miliknya.
3)
Kegiatan Keteladanan
Adalah
kegiatan yang dapat dilakukan kepan saja dan dimana saja yang lebih
mengutamakan pemberian contoh dari guru dan pengelolah pendidikan yang lainnya
kepada siswa.
·
Membudayakan
kebersihan dan kesehatan kepada semua warga sekolah
·
Menaati
tatatertub yang berlaku di sekolah
·
Memberi contoh
berpakaian rapih dan bersih
·
Memberi contoh
tepat waktu dalam segala hal
·
Memberi contoh
penampilan sederhana
·
Menanamkan
budaya membaca
·
Memberi contoh
tidak merokok
·
Memuji hasil
kerja siswa
·
Membudayakan
antri dalam setiap kegiaatan
·
Membiasakan
makan dan minum dalam keadaan duduk
·
Membiasakan
tadarrus alqur’an
· Datang
dan pulang tepat waktu ( pagi pkl.07.00 – pkl. 13.00 & siang : 11.30 –
17.30)
· Mengucapkan
salam ketika masuk ruang kepala sekolah, guru, tata usaha, perpustakaan, kelas, dan kantin ( Assalammualaikum(Islam),
Salome (Kristen / Katolik), Semangat
pagi (umum)
· Bertutur
kata sopan dan santun.
· Selalu
terlibat dalam setiap kegiatan sekolah.
· Senyum,
sapa, salam, disaat bertemu dengan warga sekolah.
· Selalu
berpenampilan rapi, dan bersih..
· Ijin
/ pamit disaat pulang atau tidak
bekerja.
· Menyimpan
sampah pada tempatnya.
· Menyimpan
barang ( buku/ file/ sepatu/helm/paying
dll) pada tempatnya.
· Meja
kerja guru selalu bersih dan rapi.
· Kelas
tertata rapi, bersih, sejuk, aman, dan nyaman.
· Mencuci
dan menyimpan peralatan makan / minum masing-masing.
· Hemat
dalam penggunaan air, listrik, dan kertas.
· Peduli
terhadap teman sejawat yang membutuhkan bantuan/pertolongan.
· Dapat
bekerjasama dengan siapapun
4)
Kegiatan Nasionalisme dan Patriotisme
·
Peringatan Hari
Kemerdekaan RI
·
Peringatan
Hari Pahlawan
·
Peringatan Hari
Pendidikan Nasional
3.
BEBAN BELAJAR
Beban belajar dinyatakan dalam jam belajar setiap
minggu untuk masa belajar selama satu semester. Beban belajar di SD/MI kelas I,
II, dan III masing-masing 30, 32, 34 sedangkan untuk kelas IV, V, dan VI
masing-masing 36 jam setiap minggu. Beban belajar SDIT Ikhtiar kelas I dan II 39
jam perminggu sedangkan kelas III, IV V dan VI beban belajanya aadalah 47 jam
perminggu. Jam belajar SDIT Ikhtiar adalah 35 menit. Sehingga terdapat tamnahan
belajar untuk kelas I sebanyak 9 jam, kelas II 7 jam kelas 3 13 jam kelas IV, V
dan VI sebanyak 11 jam.
Dengan adanya tambahan jam belajar ini dan
pengurangan jumlah Kompetensi Dasar, guru memiliki keleluasaan waktu untuk
mengembangkan proses pembelajaran yang berorientasi siswa aktif. Proses
pembelajaran siswa aktif memerlukan waktu yang lebih panjang dari proses
pembelajaran penyampaian informasi karena peserta didik perlu latihan untuk
mengamati, menanya, mengasosiasi, dan berkomunikasi. Proses pembelajaran yang
dikembangkan menghendaki kesabaran guru dalam mendidik peserta didik sehingga
mereka menjadi tahu, mampu dan mau belajar dan menerapkan apa yang sudah mereka
pelajari di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitarnya. Selain itu
bertambahnya jam belajar memungkinkan guru melakukan penilaian proses dan hasil
belajar.
Tabel 2
Beban Belajar dan Kegiatan Tatap Muka SDIT Ikhtiar
Kelas
|
Satu Jam Pembelajaran Tatap Muka/Menit
|
Jumlah Jam Pembelajaran Per Minggu
|
Minggu Efektif Pertahun Ajaran
|
Waktu Pembelajaran Pertahun
|
1
|
35
|
39
|
36
|
1404
|
2
|
35
|
39
|
36
|
1404
|
3
|
35
|
47
|
36
|
1692
|
4
|
35
|
47
|
36
|
1692
|
5
|
35
|
47
|
36
|
1692
|
6
|
35
|
47
|
36
|
1692
|
Berdasarkan tabel di
atas, dapat disimpulkan bahwa beban belajar siswa kelas I dan II adalah 1404
jam pertahun sedangkan beban belajar kelas III, IV, V dan VI adalah 1692 jam
pertahun. Beban belajar penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak
terstrukturmaksumun 40% dari jumlah waktu kegiatan tatap muka dari mata
pelajaran yang bersangkutan.
Contoh
mata pelajaran Matematika dalam satu minggu 6 jam pelajaran untuk tatap muka
60%. Contoh perhitungan penugasan:
Jam Perminggu 6 x 35 = 210 menit
Penugasan masimal 40%. Maka 40% x 210 = 84 menit,
jadi untuk pemberian tugas hanya 84 menit perminggu.
4.
PENILAIAN
Sesuai Permendikbud
Nomor 66 Tahun 2013 penilaian pendidikan sebagai proses pengumpulan dan
pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik
mencakup: penilaian otentik, penilaian diri, penilaian berbasis portofolio,
ulangan, penilaian harian, penilaian tengah semester, penilaian akhir semester,
ujian tingkat kompetensi, ujian mutu tingkat kompetensi, ujian nasional dan
ujian sekolah/madrasah.
Remedial Teasching akan dilakukan oleh guru yang
bersangkutan atau konselor. Bentuk bimbingan dilakuakan secara berkelompok atau
perorangan, tergantung tingkat kesiapan siswa. Siswa tertentu akan diberikan
perlakuan khusus, yaitu :
a. Penyederhanaan
isi materi pada kompetensi dasar tertentu
b. Penyederhanaan
penyajiaN
c. Penyederhanaan
soal atau tugas yang diberikan
Pengayaan
akan diberikan kepada siswa yang telah melebihi ketuntasan belajar, dalam bentuk
sebagai berikut :
a. Pemberian
bacaan tambahan
b. Pemberian
soal tambahan
c. Pemberian
tugas tambahan
5.
KETUNTASAN BELAJAR
Ketuntasan belajar
setiap indikator yang dikembangkan sebagai sautu pencapaian hasil belajar dari
suatu kompetensi dasar berkisar 0% dampai dengan 100%. Kriteria ideal untuk
ketuntasan belajar masing-masing indikator adalah 80%. Sekolah harus menentukan
kriteria ketuntasan belajar minimal dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan
rata-rata siswa serta kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan
pembelajaran. Sekolah secara bertahap dan berkelanjutan selalu mengusahakan
peningkatn kriteria ketuntasan belajar untuk mencapai kriteria ketuntasan
belajar ideal.
Ketuntasan belajar setiap mata pelajaran disesuaikan dengan
kompleksitas, esensial intake siswa dan sarana prasarana. Adapun kriteria
ketuntasan minimal (KKM) SDIT Ikhtiar tahun pelajaran 2018 mulai dari kelas I
sampai kelas VI adalah sebagai berikut:
Tabel 3
Kriteria Ketuntasan Minimal(KKM)
No
|
Mata Pelajaran
|
KKM
|
|
Angka
|
Huruf
|
||
KELOMPOK A
|
|||
1
|
Pendidikan
Agama dan Budi Pekerti
|
80
|
C
|
2
|
Pendidikan
Pancasila dan Kewarganegaraan
|
80
|
C
|
3
|
Bahasa
Indonesia
|
80
|
C
|
4
|
Matematika
|
80
|
C
|
5
|
Ilmu
Pengetahuan Alam
|
80
|
C
|
6
|
Ilmu
Pengetahuan Sosial
|
80
|
C
|
KELOMPOK B
|
|||
1
|
Seni Budaya
dan Prakarya
|
80
|
C
|
2
|
Pendidikan
Jasmani Olahraga dan Kesehatan
|
80
|
C
|
3
|
Al-Qur’an
|
80
|
C
|
4
|
Bahasa Inggris
|
80
|
C
|
5
|
Bahasa Arab
|
80
|
C
|
6.
KENAIKAN KELAS DAN KELULUSAN
Penentuan kenaikan kelas siswa diputuskan
berdasarkan hasil rapat Dewan Guru dengan mempertimbangkan standar ketuntasan
belajar, penilaian budi pekerti siswa dan kehadiran siswa yang bersangkutan di
sekolah.
Kenaikan kelas
dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran. Kriteria kenaikan kelas SDIT
Ikhtiar adalah sebagai berikut:
1.
Siswa sudah
menyelesaikan seluruh program pembelajaran dengan KKM minimal pada semua
Kompetensi dasar. Nilai rapor diambil dari pengamatan,
nilai harian, nilai tugas/PR kemudian dijumlah dan dirata-ratakan kemudian
dijumlah nilai penilaian tengah semester dan nilai penilaian akhir semester
dibagi empat(4).
2.
Kehadiran siswa
minimal 80%.
3.
Perilaku, sikap
dan budi pekerti baik .
4.
Memperoleh nilai rata-rata baik (B)
untuk pengembangan diri .
7.
PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP
Pendidikan kecakapan
hidup menyatu dengan mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri. Kecakapan hidup yang
termasuk dalam komponen Personal Skill, General Skill dan Academic Skill akan
diinternalisasikan dalam setiap mata pelajaran yang disajikan di Sekolah ini.
Komponen-komponen kecakapan hidup yang akan diinternalisasikan dalam setiap
mata pelajaran dapat dilihat lebih detail pada bagian pengalaman belajar pada
setiap silabus yang ada pada setiap mata pelajaran (silabus di halaman
belakang).
Dalam
menginternalisasikan komponen-komponen kecakapan hidup tersebut digunakan
strategi-strategi sebagai berikut
a)
Melalui reorientasi pembelajaran, setiap guru yang
akan menyampaikan mata pelajaran harus merencanakan komponen-komponen yang akan
diinternalisasikan dalam proses pembelajaran, sehingga pencapaian kompetensi
dalam setiap mata pelajaran hendaknya diikuti dengan “penyemaian”
komponen-komponen dari kecakapan hidup.
b)
Mengubah strategi pembelajaran dengan menggunakan
pendekatan dan metode yang variatif, sehingga memungkinkan:
ü Siswa
lebih aktif
ü Iklim
belajar menyenangkan
ü Fungsi
guru bergeser dari pemberi informasi menuju seorang fasilitator
ü Materi
yang dipelajari terkait dengan lingkungan kehidupan siswa, sehingga dapat
dimanfaatkan untuk memecahkan masalah kehidupan
ü Siswa terbiasa mencari informasi dari berbagai sumber
ü Menggeser
"teaching" menjadi "learning"
ü Lebih
banyak komponen-komponen kecakapan hidup yang bisa diinternalisasikan dalam PBM
c) Mengintegrasikan kecakapan hidup abad 21 ke dalam
pembelajaran:
·
Berfikir Kritis
(Critical Thinking)
·
Kratifitas (Creativity)
·
Komunikasi (Communitation)
·
Kolaborasi (Collaboration)
8.
PENDIDIKAN BERBASIS KEUNGGULAN LOKAL DAN GLOBAL
Pendidikan berbasis
lokal bertujuan memberikan bekal kepada siswa agar dapat mengacu pada kegiatan lokal
tetapi juga mampu berfikir serta berwawasan secara global. Di SD Islam Terpadu
Ikhtiar, pendidikan keunggulan lokal dan global diberikan kepada siswa melalui
kegiatan pengembangan diri komputer.
a.
Keunggulan
lokal
Pendidikan harus menyeimbangkan antara kebutuhan lokal
dan kebutuhan nasional. Kebutuhan lokal
yang harus di bina oleh pendidikan dengan tujuan agar anak anak kita tidak lupa
dengan budaya daerah dan tentunya juga akan menjaga budaya nasional.
b.
Keunggulan
Global
Dengan
kemajauan ilmu pengetahuan dan teknologi pada abat ini, suka tidak kita harus
masuk dalam pengaruh global ini. Untuk membentengi dari pengarush negatif kita
juga harus faham dan mengerti manfaat dan kerugiaanya pengaruh globalisasi

Posting Komentar