0

DOWNLOAD : STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM UNTUK DOKUMEN 1 KURIKULUM 2013 TERBARU

BAB III
STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM
A.     STRUKTUR KURIKULUM
Mata Pelajaran adalah unit organisasi kompetensi dasar yang terkecil. Untuk kurikulum SDIT Ikhtiar organisasi Kompetensi  Dasar kurikulum dilakukan melalui pendekatan terintegrasi (integrated curriculum). Berdasarkan pendekatan ini maka terjadi reorganisasi Kompetensi Dasar mata pelajaran yang mengintegrasikan konten mata pelajaran IPA dan IPS di kelas I, II dan III kedalam mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, PPKn, Bahasa Indonesia, Matematika serta Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan. Dengan pendekatan ini, maka struktur kurikulum SDIT Ikhtiar menjadi lebih sederhana karena jumlah mata pelajaran berkurang.
Struktur kurikulum menggambarkan konseptualisasi konten kurikulum dalam bentuk mata pelajaran, posisi konten/mata pelajaran dalam kurikulum, distribusi konten/mata pelajaran dalam semester atau tahun, beban belajar untuk mata pelajaran dan beban belajar per minggu untuk setiap peserta didik. Struktur kurikulum adalah juga merupakan aplikasi konsep pengorganisasian konten dalam sistem belajar dan pengorganisasian beban belajar dalam sistem pembelajaran. Pengorganisasian konten dalam sistem belajar yang digunakan untuk kurikulum yang akan datang adalah sistem semester sedangkan pengorganisasian beban belajar dalam sistem pembelajaran berdasarkan jam pelajaran per semester.
Struktur kurikulum adalah juga gambaran mengenai penerapan prinsip kurikulum mengenai posisi seorang peserta didik dalam menyelesaikan pembelajaran di suatu satuan atau jenjang pendidikan. Dalam struktur kurikulum menggambarkan ide kurikulum mengenai posisi belajar seorang peserta didik yaitu apakah mereka harus menyelesaikan seluruh mata pelajaran yang tercantum dalam struktur ataukah kurikulum memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menentukan berbagai pilihan. Struktur kurikulum terdiri atas sejumlah mata pelajaran, dan beban belajar.





Tabel 1
Struktur kurikulum di SDIT Ikhtiar
MATA PELAJARAN
ALOKASI WAKTU BELAJAR PERMINGGU
I
II
III
IV
V
VI
KELOMPOK A

1
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
2
2
4
2
2
2
2
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
5
5
6
5
5
5
3
Bahasa Indonesia
8
8
8
6
6
6
4
Matematika
5
6
6
6
6
6
5
Ilmu Pengetahuan Alam
-
-
-
6
6
6
6
Ilmu Pengetahuan Sosial
-
-
-
4
4
4
KELOMPOK B

1
Seni Budaya dan Prakarya
2
2
4
2
2
2
2
Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan
2
2
2
2
2
2
3
Al-Qur’an
10
10
10
10
10
10
4
Bahasa Inggris
2
2
2
2
2
2
5
Bahasa Arab
2
2
2
2
2
2
Jumlah Alokasi Waktu Perpekan
39
39
47
47
47
47
Keterangan:
a.     Mata pelajaran Kelompok A adalah kelompok mata pelajaran yang kontennya dikembangkan oleh pusat.
b.     Mata pelajaran Kelompok B yang terdiri atas mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya serta Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan adalah kelompok mata pelajaran yang kontennya dikembangkan oleh pusat dan dilengkapi dengan konten lokal yang dikembangkan oleh pemerintah daerah. Serta mata pelajaran mutan local SDIT Ikhtiar
Prinsip pengintegrasian IPA dan IPS kelas I, II dan III di atas menyederhanakan jumlam mata pelajaran untuk kelas I, II dan III. Namun, di kelas IV, V dan VI mata pelajaran IPA IPS tercantum dan memiliki Kompetensi  dasar masing-masing. Untuk proses pembelajaran Kompotensi Dasar IPA dan IPS sebagaimana K\ompotensi Dassar pelajaran lain, diintegrasikan ke dalam tema Oleh karena itu, proses pembelajaran semua Kompotensi Dasar dari semua mata pelajaran terintegrasi dalam berbagai tema.
B.     MUATAN KURIKULUM
Muatan kurikulum 2013 SDIT Ikhtiar meliputi sejumlah mata pelajaran yang kedalamannya merupakan beban belajar bagi siswa pada satuan pendidikan. Muatan kurikulum memuat sejumlah mata pelajaran dan muatan local serta kegiatan pengembangan diri yang tidak termasuk kepada struktur kurikulum dan diberikan di luar tatap muka. Di samping itu materi muatan local dan kegiatan pengembangan diri termasuk kedalam isi kurikulum.
Peraturan pemerintah nomor 19 tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan menegaskan bahwa kedalaman muatan kurikulum pada setiap satuan pendidikan diuntungkan kedalam kompetensi pada setiap tingkat dan semester sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan.  Kompetensi yang dimaksud terdiri atas Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar.
1.         MATA PELAJARAN
Materi bahan ajar berdasarkan landasan keilmuan yang akan dibelajarkan kepada siswa sebagai bahan belajr melalui metode dan pendekatan tertentu. Beban belajar pada mata pelajaran ditentukan oleh keleluasaan dan kedalaman pada masing-masing tingkat satuan pendidikan. Metode dan pendekatan pada mata pelajaran tergantung pada ciri khas dan karakteristik masing-masing mata pelajaran dengan menyesuaikan pada kondisi yang tersedia di sekolah. Sejumlah mata pelajaran tersebut terdiri dari mata pelajaran wajib dan pilihan pada setiap satuan pendidikan.
a.     Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Tujuan :
·       Menumbuhkan akidah melalui pemberian, pemupukan, dan pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengalaman, pembiasaan, serta pengalaman peserta didik tentang agama Islam sehingga menjadi manusia muslimin yang terus berkembang keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT;
·       Mewujudkan manusia Indonesia yang taat beragama dan berakhlak mulia yaitu manusia yang berpengetahuan, rajin beribadah, cerdas, produktif, jujur, adil, etis, berdisiplin, bertoleransi, menjaga keharmonisan secara personal dan sosial serta mengembangkan budaya agama dalam komunitas sekolah.
b.     Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Tujuan :
·       Berfikir secara kritis, rasional, dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan
·       Berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab, bertindak secara cerdas dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta anti korupsi
·       Berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan karakter-karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsa-bangsa lainnya.
·       Berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalam percaturan dunia secara langsung atau tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.
Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dapat dilihat pada lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006.
c.     Bahasa Indonesia
Tujuan :
·    Berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku, baik secara lisan maupun tulisan
·    Menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara
·    Memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan
·    Menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual, serta kematangan emosional dan sosial.
·    Menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, memperhalus budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa
·    Menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia.
Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran Bahasa Indonesia dapat dilihat pada lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006.
d.     Matematika
Tujuan :
·    Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikan konsep atau alogaritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat dalam pemecahan masalah.
·    Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika.
·    Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh.
·    Mengkomunikasikan gagasan dengan simbol, atbel, diagram, atau media lain untuk memperjjelas keadaan atau masalah.
·    Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah.
Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran Matematika dapat dilihat pada lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006.
e.     Ilmu Pengetahuan Alam
Tujuan :
·    Memperoleh keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan keberadaan, kehidupan dan keteraturan alam ciptaan-Nya.
·    Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep IPA yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari
·    Mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positif  dan kesadaran tentang adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara IPA, lingkungan, teknologi dan masyarakat.
·    Mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar, memecahkan dan membuat keputusan.
·    Meningkatkan kesadaran untu berperan serta dalam memelihara, menjaga dan melestarikan lingkungan alam
·    Meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan segala keteraturannya sebagai salah satu ciptaan Tuhan
·    Memperoleh bekal pengetahuan, konsep dan keterampilan IPA sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikan ke SMP/MTS.
Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran IPA dapat dilihat pada lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006.
f.      Ilmu Pengetahuan Sosial
Tujuan :
·    Mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungannya.
·    Memiliki kemampuan dasar untuk berfikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan sosial.
·    Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan
·    Memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerjasama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk, ditingkat lokal, nasional, dan global
Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran IPS dapat dilihat pada lampiran Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006.
g.     Seni Budaya dan Prakarya
Tujuan :
·    Memahami konsep dan pentingnya seni budaya dan prakarya
·    Menampilkan sikap spresiasi terhadap seni budaya dan prakarya
·    Menampilkan kreativitas melalui seni budaya dan prakarya
·    Menampilkan peran serta dalam seni budaya dan prakarya dalam tingkat lokal, regional, maupun global.
Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya dapat dilihat pada lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006.
h.     Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
Tujuan :
·    Mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup seht melalui berbagai aktivitas jasmani dan olahraga yang dipilih
·    Meningkatkan pertumbuhan fisik dan penegmbangan psikis yang lebih baik
·    Meningkatkan kemampuan dan keterampilan gerak dasar
·    Meletakkan landasan karakter moral yang kuat melalui internalisasi nilai-nilai yang terkandung di dalam pendidikan jasmani, olahrag dan kesehatan
·    Mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggungjawab, kerjasama, percaya diri dan demokratis
·    Mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri, orang lain dan lingkungan
·    Memahami konsep aktivitas jasmani dan olahrag di lingkungan yang bersih sebagai informasi untuk mencapai pertumbuhan fisik yang sempurna, pola hidup sehat, dan kebugaran, terampil, serta memiliki sikap yang positif.
Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan dapat dilihat pada lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006.
i.      Pembelajaran Al-Qur’an dan Tahfidz
Tujuan baca tulis al-quran diantaranya:
·       Mengkaji dan membaca Al-Qur’an dengan bacaan yang benar, sekaligus memahami kata-kata dan kandungan makna-maknanya, serta menyempurnakan cara membaca Al-Qur’an yang benar.
·       Menghafal Al-qur’an sebagai bentuk keimanan dan kecintaan kepada Allah.
·       Memberikan pemahaman kepada peserta didik tentang makna ayat-ayat Al-Qur’an dan bagaimana cara merenungkanya dengan baik.
·       Menjelaskan kepada peserta didik tentang berbagai hal yang terkandung di dalam Al-Qur’an, seperti petunjuk-petunjuk dan pengarahan–pengarahan yang mengarah pada kemaslahatan seorang Muslim.
·       Menjelaskan kepada peserta didik tentang hukum-hukum yang ada di dalam Al-Qur’an dan memberi kesempatan kepada mereka untuk menyimpulkan suatu hukum dan kandungan ayat-ayat AlQur’an dengan caranya sendiri.
·       Agar seorang peserta didik berperilaku dengan mengedepankan etika-etika Al-Qur’an dan menjadikannya sebagai pijakan dalam Memantapkan akidah Islam di dalam hati peserta didik, sehingga ia selalu mensucikan dirinya dan mengikuti perintah-perintah Allah swt.
·       Agar seorang peserta didik beriman dan penuh keteguhan terhadap segala hal yang ada di dalam Al-Qur’an. Di samping dari segi nalar, ia juga akan merasa puas terhadap kandungan maknamaknanya, setelah mengetahui kebenaran bukti-bukti yang dibawanya.
·       Menjadikan peserta didik senang membaca Al-Qur’an dan memahami nilai-nilai keagamaan yang dikandungnya.
·       Mengkaitkan hukum-hukum dan petunjuk-petunjuk Al-Qur’an dengan realitas kehidupan seorang muslim, sehingga seorang peserta didik mampu mencari jalan keluar dari segala persoalan yang dihadapinya.
·       Mengetahui bahwa Al-qur’an adalah kitab suci Allah yang sudah terbukti kebenarannya.
·       Menghantarkan siswa menguasai konsep-konsep membaca dan menulis dan keterkaitannya untuk dapat memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari.
j.      Bahasa Inggris
Bahasa Inggris bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut:
·    Mengenalkan bahasa inggris sebagai bahasa komunikasi internasional.
·    Membekali siswa untuk mampu berhasa Inggris.
·    Mengembangkan keterampilan berbahasa siswa.
k.     Bahasa Arab
Tujuan umum belajar bahasa Arab adalah agar peserta didik menguasai dan bisa mempraktekan 4 keterampilan bahasa, yaitu:
·       Istima’ (Mendengar/Listening)
·       Kalam(Berbicara)
·       Qiro’ah (Membaca)
·       Kitabah (Menulis).
Selain itu, peserta didik juga harus menguasai 3 komponen bahasa, mencakup :
·       Ashwaat (Fonologi)
·       Mufrodat (Kosakata)
·       Qowa’id/Tarkib (Tatabahasa).
l.      Baca Tulis dan Hitung
Tujuan:
·       Mengembangkan kebiasaan literasi Siswa
·       Mengembangkan kemampuan menulis siswa
·       Meningkatkan kemampuan berhitung siswa
m.   Pelajaran Hadist
Tujuan:
·       Memberikan kemampuan dasar pada siswa dalam membaca, menulis, membiasakan dan menggemari membaca dan menulis huruf arab yang terkandung di dalam hadits
·       Memberikan pengertian, pemahaman, penghayatan isi kandungan hadits melaui keteladanan dan pembiasan
·       Membina dan membimbing perilaku siswa dengan berpedoman hadits
2.     PENGEMBANGAN DIRI
Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajara yang harus diasuh oleh guru. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada pesert didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri seusia dengan kebutuhan, bakat, dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, guru atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikulet. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melaluikegiatan pelayanan konseling yang berkenan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial belajar, dan pengembangan karir peserta didik.
Penilaian pengembangan diri dilakukan secara kualitatif, tidak kuantitatif seperti pada mata pelajaran. Taharapn kegiatan pengembangan diri dilakukan dengan cara :
1)    Identifikasi
·    Daya dukung dan potensi
·    Bakat dan Minat siswa
2)    Pemetaan
·    Jenis layanan pengembangan diri
·    Petugas yang melayani
·    Siswa yang dilayani
3)    Program pencinta mata pelajaran dilakukan dengan cara penyusunan Program (Standar kompetensi dan Kompetensi Dasar yang dikembangkan, Materi Pokok, Indikator, Kegiatan Pembelajaran, Alokasi Waktu, Penilaian, dan Sumber Belajar)
·    Pelaksanaan (Orientasi, Pemantapan, Pengembangan)
·    Monitoring Pelaksanaan
·    Penilaian (Terjadwal, terstruktur, kualitatif)
·    Analisis hasil penilaian (berbasis data, profesional, realistis, valid, transparan dan akuntable)
·    Pelaporan : Umum dalam format raport , Rinci dalam buku laporan pengembangan diri
Adapun kegiatan-kegiatan Pengembangan diri seperti :
1)    Kegiatan Ekstrakurikuler
Pengembangan diri yang dipilih berupa kegiatan ekstrakurikuler meliputi beragam kegiatan yang sesuai dengan minat dan bakat siswa, terdiri atsa :
a.       Pramuka
Tujuan pengembangan diri Pramuka agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut:
1.     Memahami cara berkehidupan sosial dan  berorganisasi;
2.     Membentuk kepribadian yang luhur; dan
3.     Memiliki bekal ketrampilan yang dapat menolong diri sendiri, orang lain, dan lingkungan.
b.       Tapak  Suci
 Tujuan dari ekstrakurikuler Tapak Suci adalah sebagai berikut.
1.     Menumbuhkan sikap disiplin siswa;
2.     Menciptakan kondisi bugar dan prima sehingga dapat berpikir secara optimal;
3.     Menumbuhkan dan meningkatkan rasa percaya diri siswa;
4.     Menumbuhkan sikap sportif dan saling menghargai;
5.     Memperoleh prestasi
c.       Futsal
Tujuan:
1.     Menumbuhkembangkan berbagai nilai kepribadian bangsa, sehingga terbentuk siswa yang berwatak baik, beriman, dan berakhlak mulia.
2.     Membina dan mengembangkan bakat, minat, serta kreativitas siswa, sehingga diharapkan membentuk siswa yang terampil, percaya diri, dan mandiri.
3.     Diharapkan tumbuh  bibit-bibit unggul dalam bidang keilmuan, keterampilan, keolahragaan, dan kesenian untuk diikutsertakan dalam kegiatan lomba tingkat lokal, nasional maupun internasional yang mewakili SDIT Ikhtiar.
d.     Bahasa Inggris
1.     Menyediakan sebuah wadah pembelajaran Bahasa Inggris yang lebih menyenangkan bagi siwa dalam menggunakan dan mempraktekan Bahasa Inggris.
2.     Membangun semangat siswa untuk terus belajar dan mengembangkan keterampilan komunikasi siswa dalam Bahasa Inggris.
3.     Untuk memperbanyak / menambah vocabulary siswa-siswi SDIT Ikhtiar
e.     Catur
1.     Menjadikan sekolah menjadi ajang interaktif untuk kegiatan yang positif khususnya dibidang olahraga Catur.
2.     Menyalurkan minat dan bakat Siswa.
3.     Menyalurkan Siswa yang mempunyai hobi-hobi yang positif untuk menjadi atlet khususnya dibidang olahraga Catur.
4.     Sebagai deligasi sekolah dalam O2SN dan event-event bertingkat lainnya.
5.     Menambah minat dan bakat Siswa untuk aktif dan tertarik kepada olahraga Catur.
f.      Tari
1.     Menyelenggarakan kegiatan tari dalam rangka meningkatkan apresiasi terhadap kesenian daerah dan kesenian nasiona
2.     Menyelenggrakan kegiatan tari dalam rangka meningkatkan pengembangan potensi, bakat dan minat
3.     Menyelenggarakan kegiatan tari dalam  rangka meningkatkan sikap, mental dan moral yang berkarakter
4.     Melaksanakan kegiatan tari yang berorientasi pada pencapaian potensi
5.     Meningkatkan prestasi tari sampai tingkat kabupaten dengan berlatih         secara disiplin dan kontinu
6.     Menanamkan budaya bangsa dengan kegiatan seni tari yang berkarakter
g.     Tenis Meja
1.     Menyalurkan minat dan bakat Siswa.
2.     Menyalurkan Siswa yang mempunyai hobi-hobi yang positif untuk menjadi atlet khususnya dibidang olahraga Tenis Meja.
3.     Sebagai deligasi sekolah dalam O2SN dan event-event bertingkat lainnya
h.     Tilawah Al-Qur’an
1.     Untuk membantu mereka dalam proses pembelajaran terutama mata pelajaran agama yang banyak berkaitan dengan baca tulis maupun Tilawah Fashihah;
2.     Untuk menanamkan kecintaan terhdap Al-Qura’an dan memperluas pengetahuan mereka tentang Al-Qur’an;
i.      Sinematografi
1.     Menyalurkan minat dan bakat Siswa.
2.     Siswa memiliki ketrampilan di bidang produksi film
j.      Unit Kesehatan Sekolah
1.     Memiliki pengetahuan, sikap dan keterampilan untuk melaksanakan prinsip hidup bersih dan sehat serta berpratisipasi aktif di dalam usaha peningkatan kesehatan di sekolah perguruan agama, di rumah tangga maupun di lingkungan masyarakat.
2.     Sehat fisik, mental maupun sosial.
3.     Memiliki daya hayat dan daya tangkal terhadap pengaruh buruk penyalahgunaan NAPZA.



2)    Kegiatan Pembiasaan
Guna mengembangkan nilai religi, nilai-nilai sprotifitas kehidupan berbangsa dan bernegara pembentukan karakter siswa dilakukan melalui:
a.       Pembiasaan Rutin Harian
Adalah kegiatan yang dilakukan secara reguler, baik di kelas maupun di sekolah. Pembentukan karakter melalui pembiasaan dalam kegiatan rutin di SDIT Ikhtiar adalah sebagai berikut :
·       Shalat Dhuha berjama’ah
·       Sholat Dhuhur dan Ashar Berjama’ah
·       Upacara bendera setiap hari senin
·       Berdo’a sebelum dan sesudah belajar
·       Lisa (Lihat Sampah Ambil)
·       Periksa kebersihan diri sebelum masuk kelas, 5 menit sebelum  belajar.
·       Gerakan kebersihan kelas dan sekolah
·       Piket kedatangan dan kepulangan siswa
·       Antri di setiap kegiatan
·       Pembiasaan menerapkan 5 S (Senyum, salam, salim, sapa, sopan)
·       Pembiasaan mengucapkan "tolong dan terimahkasih"
·       Pembiasaan shaum sunah
·       Pembiasaan berinfaq di kelas dan infaq jumat
·       Menerapkan kebiasaan mandiri di sekolah
·       alquran sahabatku (membaca alquran setiap hari)
·       Bercakap bahasa inggris dalam kegiatan sehari-hari yang berulang
·       Wajib membaca 1 lembar(Literasi)
·       Pembiasaan Zikir Setelah 
·       Pembiasaan Muroja’ah Hafalan
·       Membaca buku di perpustakaan
b.       Program Reguler
Adalah kegiatan yang diprogramkan dan direncanakan baik pada tingkat kelas maupun tingkat sekolah yang pelaksanaanya dilakukan berulang dalam rentang waktu tertentu. Bentuk kegiatannya adalah sebagai berikut:
·       sikat gigi bersama
·       Market day
·       Tahajud bersama
·       Pemilihan siswa rajin
·       Mabit (Malam Bina Iman dan Taqwa)
·       Iftor jama'I (Buka Puasa Bersama)
·       Infaq peduli umat ke pantiasuhan
·       Munaqasah bacaan Al-qur’an
·       Mabit quran
·       Aku sang juara (pemilihan siswa terbaik)
·       Lomba Menulis
·       Latihan renang
·       Pertandingan persahabatan
·       Olimpiade khusus
·       Kegiatan keagamaan Pesantren Kilat
·       Peringatan Hari Besar Nasional
·       Karyawisata, darmawisata, study tour dan Fieltrip
·       Pekan Olahraga antar kelas
·       Bina Olimpiade MIPA
c.        Program Unggulan
Adalah kegiatan yang menjadi unggulan di sekolah dan dilaksanakan sekali dalam 1 tahun ajaran. Programnya sebagai berikut:
·       Dokter cilik.
·       Lomba kebersihan kelas
·       Pawai Ramadhan
·       Indahnya berbagi(penggalangan dana) dan pasar murah
·       Khotmil Quran
·       Pensi (Pentas Seni)
·       Lomba internal dan eksternal
·       Reading Contest ( Menceritakan Kembali Hasil Bacaan) dan writing award

d.         Program Outstanding
Adalah kegiatan yang dilakukan dengan melibatkan seluruh warga sekolah, orang tua siswa dan warga sekitar sekolah. Bentuk kegiatannya adalah sebagai berikut:
·       Outbond
·       Menanam 1000 bunga
·       Fieltrip Bersama
·       Berbagi Iftor
·       Menyumbang 1000 Alquran
·       Wisuda Al Quran  dan Uji Publik (Imtihan)
·       Penerbitan Buku
e.       Spontan
Adalah kegiatan yang dapat dilakukan kapan saja. Kegiatannya adalah sebagai berikut:
·       Membiasakan memberi salam
·       Membiasakan membuang sampah pada tempatnya
·       Membiasakan diri
·       Membiasakan membantu teman yang kena musibah
·       Berdiskusi dengan baik dan benar
·       Operasi Semut
·       Memungut dan menyimpan sampah yang terlihat oleh mata pada tempatnya.
·       Membantu / menolong bagi yang memerlukannya.
·       Melaporkan / mengumumkan bila menemukan barang yang bukan miliknya.

3)    Kegiatan Keteladanan
Adalah kegiatan yang dapat dilakukan kepan saja dan dimana saja yang lebih mengutamakan pemberian contoh dari guru dan pengelolah pendidikan yang lainnya kepada siswa.
·       Membudayakan kebersihan dan kesehatan kepada semua warga sekolah
·       Menaati tatatertub yang berlaku di sekolah
·       Memberi contoh berpakaian rapih dan bersih
·       Memberi contoh tepat waktu dalam segala hal
·       Memberi contoh penampilan sederhana
·       Menanamkan budaya membaca
·       Memberi contoh tidak merokok
·       Memuji hasil kerja siswa
·       Membudayakan antri dalam setiap kegiaatan
·       Membiasakan makan dan minum dalam keadaan duduk
·       Membiasakan tadarrus alqur’an
·       Datang dan pulang tepat waktu ( pagi pkl.07.00 – pkl. 13.00 & siang : 11.30 – 17.30)
·       Mengucapkan salam ketika masuk ruang kepala sekolah, guru, tata usaha, perpustakaan,  kelas, dan kantin ( Assalammualaikum(Islam), Salome (Kristen / Katolik),  Semangat pagi (umum)
·       Bertutur kata sopan dan santun.
·       Selalu terlibat dalam setiap kegiatan sekolah.
·       Senyum, sapa, salam, disaat bertemu dengan warga sekolah.
·       Selalu berpenampilan rapi, dan bersih..
·       Ijin / pamit disaat pulang  atau tidak bekerja.
·       Menyimpan sampah pada tempatnya.
·       Menyimpan barang  ( buku/ file/ sepatu/helm/paying dll) pada tempatnya.
·       Meja kerja guru selalu bersih dan rapi.
·       Kelas tertata rapi, bersih, sejuk, aman, dan nyaman.
·       Mencuci dan menyimpan peralatan makan / minum masing-masing.
·       Hemat dalam penggunaan air, listrik, dan kertas.
·       Peduli terhadap teman sejawat yang membutuhkan bantuan/pertolongan.
·       Dapat bekerjasama dengan siapapun
4)    Kegiatan Nasionalisme dan Patriotisme
·       Peringatan Hari Kemerdekaan RI
·       Peringatan Hari  Pahlawan
·       Peringatan Hari Pendidikan Nasional

3.     BEBAN BELAJAR
Beban belajar dinyatakan dalam jam belajar setiap minggu untuk masa belajar selama satu semester. Beban belajar di SD/MI kelas I, II, dan III masing-masing 30, 32, 34 sedangkan untuk kelas IV, V, dan VI masing-masing 36 jam setiap minggu.  Beban belajar SDIT Ikhtiar kelas I dan II 39 jam perminggu sedangkan kelas III, IV V dan VI beban belajanya aadalah 47 jam perminggu. Jam belajar SDIT Ikhtiar adalah 35 menit. Sehingga terdapat tamnahan belajar untuk kelas I sebanyak 9 jam, kelas II 7 jam kelas 3 13 jam kelas IV, V dan VI sebanyak 11 jam.
Dengan adanya tambahan jam belajar ini dan pengurangan jumlah Kompetensi Dasar, guru memiliki keleluasaan waktu untuk mengembangkan proses pembelajaran yang berorientasi siswa aktif. Proses pembelajaran siswa aktif memerlukan waktu yang lebih panjang dari proses pembelajaran penyampaian informasi karena peserta didik perlu latihan untuk mengamati, menanya, mengasosiasi, dan berkomunikasi. Proses pembelajaran yang dikembangkan menghendaki kesabaran guru dalam mendidik peserta didik sehingga mereka menjadi tahu, mampu dan mau belajar dan menerapkan apa yang sudah mereka pelajari di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitarnya. Selain itu bertambahnya jam belajar memungkinkan guru melakukan penilaian proses dan hasil belajar.
Tabel 2
Beban Belajar dan Kegiatan Tatap Muka SDIT Ikhtiar
Kelas
Satu Jam Pembelajaran Tatap Muka/Menit
Jumlah Jam Pembelajaran Per Minggu
Minggu Efektif Pertahun Ajaran
Waktu Pembelajaran Pertahun
1
35
39
36
1404
2
35
39
36
1404
3
35
47
36
1692
4
35
47
36
1692
5
35
47
36
1692
6
35
47
36
1692
           
Berdasarkan tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa beban belajar siswa kelas I dan II adalah 1404 jam pertahun sedangkan beban belajar kelas III, IV, V dan VI adalah 1692 jam pertahun. Beban belajar penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstrukturmaksumun 40% dari jumlah waktu kegiatan tatap muka dari mata pelajaran yang bersangkutan.
            Contoh mata pelajaran Matematika dalam satu minggu 6 jam pelajaran untuk tatap muka 60%. Contoh perhitungan penugasan:
Jam Perminggu 6 x 35 = 210 menit
Penugasan masimal 40%. Maka 40% x 210 = 84 menit, jadi untuk pemberian tugas hanya 84 menit perminggu.

4.     PENILAIAN
Sesuai Permendikbud Nomor 66 Tahun 2013 penilaian pendidikan sebagai proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik mencakup: penilaian otentik, penilaian diri, penilaian berbasis portofolio, ulangan, penilaian harian, penilaian tengah semester, penilaian akhir semester, ujian tingkat kompetensi, ujian mutu tingkat kompetensi, ujian nasional dan ujian sekolah/madrasah.
Remedial Teasching akan dilakukan oleh guru yang bersangkutan atau konselor. Bentuk bimbingan dilakuakan secara berkelompok atau perorangan, tergantung tingkat kesiapan siswa. Siswa tertentu akan diberikan perlakuan khusus, yaitu :
a.     Penyederhanaan isi materi pada kompetensi dasar tertentu
b.     Penyederhanaan penyajiaN
c.     Penyederhanaan soal atau tugas yang diberikan
Pengayaan akan diberikan kepada siswa yang telah melebihi ketuntasan belajar, dalam bentuk sebagai berikut :
a.     Pemberian bacaan tambahan
b.     Pemberian soal tambahan
c.     Pemberian tugas tambahan



5.     KETUNTASAN BELAJAR
Ketuntasan belajar setiap indikator yang dikembangkan sebagai sautu pencapaian hasil belajar dari suatu kompetensi dasar berkisar 0% dampai dengan 100%. Kriteria ideal untuk ketuntasan belajar masing-masing indikator adalah 80%. Sekolah harus menentukan kriteria ketuntasan belajar minimal dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata siswa serta kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran. Sekolah secara bertahap dan berkelanjutan selalu mengusahakan peningkatn kriteria ketuntasan belajar untuk mencapai kriteria ketuntasan belajar ideal.
Ketuntasan belajar  setiap mata pelajaran disesuaikan dengan kompleksitas, esensial intake siswa dan sarana prasarana. Adapun kriteria ketuntasan minimal (KKM) SDIT Ikhtiar tahun pelajaran 2018 mulai dari kelas I sampai kelas VI adalah sebagai berikut:
Tabel 3
Kriteria Ketuntasan Minimal(KKM)
No
Mata Pelajaran
KKM
Angka
Huruf
KELOMPOK A


1
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
80
C
2
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
80
C
3
Bahasa Indonesia
80
C
4
Matematika
80
C
5
Ilmu Pengetahuan Alam
80
C
6
Ilmu Pengetahuan Sosial
80
C
KELOMPOK B


1
Seni Budaya dan Prakarya
80
C
2
Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan
80
C
3
Al-Qur’an
80
            C
4
Bahasa Inggris
80
C
5
Bahasa Arab
80
C

6.     KENAIKAN KELAS DAN KELULUSAN
Penentuan kenaikan kelas siswa diputuskan berdasarkan hasil rapat Dewan Guru dengan mempertimbangkan standar ketuntasan belajar, penilaian budi pekerti siswa dan kehadiran siswa yang bersangkutan di sekolah.
Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran. Kriteria kenaikan kelas SDIT Ikhtiar adalah sebagai berikut:
1.     Siswa sudah menyelesaikan seluruh program pembelajaran dengan KKM minimal pada semua Kompetensi dasar. Nilai rapor diambil dari pengamatan, nilai harian, nilai tugas/PR kemudian dijumlah dan dirata-ratakan kemudian dijumlah nilai penilaian tengah semester dan nilai penilaian akhir semester dibagi empat(4).
2.     Kehadiran siswa minimal 80%.
3.     Perilaku, sikap dan budi pekerti baik .
4.     Memperoleh nilai rata-rata baik (B) untuk pengembangan diri .

7.     PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP
 Pendidikan kecakapan hidup menyatu dengan mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri. Kecakapan hidup yang termasuk dalam komponen Personal Skill, General Skill dan Academic Skill akan diinternalisasikan dalam setiap mata pelajaran yang disajikan di Sekolah ini. Komponen-komponen kecakapan hidup yang akan diinternalisasikan dalam setiap mata pelajaran dapat dilihat lebih detail pada bagian pengalaman belajar pada setiap silabus yang ada pada setiap mata pelajaran (silabus di halaman belakang).
            Dalam menginternalisasikan komponen-komponen kecakapan hidup tersebut digunakan strategi-strategi sebagai berikut
a)        Melalui reorientasi pembelajaran, setiap guru yang akan menyampaikan mata pelajaran harus merencanakan komponen-komponen yang akan diinternalisasikan dalam proses pembelajaran, sehingga pencapaian kompetensi dalam setiap mata pelajaran hendaknya diikuti dengan “penyemaian” komponen-komponen dari kecakapan hidup.
b)        Mengubah strategi pembelajaran dengan menggunakan pendekatan dan metode yang variatif, sehingga memungkinkan:
ü  Siswa lebih aktif
ü  Iklim belajar menyenangkan
ü  Fungsi guru bergeser dari pemberi informasi menuju seorang fasilitator
ü  Materi yang dipelajari terkait dengan lingkungan kehidupan siswa, sehingga dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah kehidupan
ü  Siswa terbiasa mencari informasi dari berbagai sumber
ü  Menggeser "teaching" menjadi "learning"
ü  Lebih banyak komponen-komponen kecakapan hidup yang bisa diinternalisasikan dalam PBM
c)     Mengintegrasikan kecakapan hidup abad 21 ke dalam pembelajaran:
·       Berfikir Kritis (Critical Thinking)
·       Kratifitas (Creativity)
·       Komunikasi (Communitation)
·       Kolaborasi (Collaboration)

8.     PENDIDIKAN BERBASIS KEUNGGULAN LOKAL DAN GLOBAL
 Pendidikan berbasis lokal bertujuan memberikan bekal kepada siswa agar dapat mengacu pada kegiatan lokal tetapi juga mampu berfikir serta berwawasan secara global. Di SD Islam Terpadu Ikhtiar, pendidikan keunggulan lokal dan global diberikan kepada siswa melalui kegiatan pengembangan diri komputer.
a.     Keunggulan lokal
Pendidikan harus menyeimbangkan antara kebutuhan lokal dan kebutuhan nasional. Kebutuhan  lokal yang harus di bina oleh pendidikan dengan tujuan agar anak anak kita tidak lupa dengan budaya daerah dan tentunya juga akan menjaga budaya nasional.
b.     Keunggulan Global
Dengan kemajauan ilmu pengetahuan dan teknologi pada abat ini, suka tidak kita harus masuk dalam pengaruh global ini. Untuk membentengi dari pengarush negatif kita juga harus faham dan mengerti manfaat dan kerugiaanya pengaruh globalisasi

Next
This is the most recent post.
Previous
This is the last post.

Posting Komentar

 
Top